Tips
Memilih Karpet Lantai untuk Ruangan Minimalis
Karpet lantai, walau
dianggap elemen dekorasi semata, tapi memberi dampak signifikan terhadap
tampilan visual ruang secara keseluruhan. Ruangan sempit bisa terasa lebih lega
dengan karpet polos berwarna cerah atau motif garis dengan posisi yang tepat.
Sebaliknya, ruangan luas dapat terasa lebih cozy dengan karpet berukuran agak besar,
bermotif lingkaran, berwarna gelap, atau bertekstur bulu.

Sumber: jualoo.asia
Sebelum membeli
karpet, sebaiknya kenali dulu fungsi dan spesifikasinya agar dapat memilih
bahan, motif, warna, dan ukuran yang tepat. Mari simak tips memilih karpet
lantai agar ruangan minimalis lebih nyaman dan menyenangkan!
1. Sesuaikan Karpet Lantai dengan Tema Ruangan
Karpet bergaya
Bohemian dengan motif yang ramai, tidak cocok diterapkan pada ruang yang
sempit. Jika memang tema colorful yang diinginkan, pastikan warna-warna yang digunakan tidak
bertabrakan atau terlalu ramai. Perhatikan pula warna furniture, lantai, dinding,
dan langit-langit. Ingatlah bahwa karpet yang akan dipilih harus menyatu dengan
elemen ruang lainnya.

Sumber: pracmatic.net
2. Sesuaikan Karpet
Lantai dengan Fungsi Ruangan
Karakter ruang dengan
kegiatan dan intensitas pemakaian yang berbeda, serta kebutuhan penciptaan
suasana yang berbeda pula, menuntut pemilihan karpet yang spesifik. Karpet
berbulu pendek dan berkualitas baik, sebaiknya ditempatkan di ruang keluarga,
agar keluarga dapat berkumpul dan duduk di atasnya dengan nyaman. Karpet yang
bahannya mudah dibersihkan, cocok melengkapi ruang makan dan
dapur. Sedangkan, karpet yang padding-nya tidak licin, cocok untuk kamar mandi.

Sumber: sumaqimport.com
Karpet lantai bisa
ditempatkan di antara lemari dapur. Jadi, ibu tetap merasa nyaman
meskipun berdiri lama saat memasak. Penempatan motif garis tegak lurus dengan
lantai karpet membuat dapur terkesan lega.
3. Ukuran Karpet Lantai Harus Seimbang dengan Ukuran Ruang
Ukuran yang terlalu
kecil akan menimbulkan kesan seolah-olah hanya elemen dekorasi yang asal jadi
saja, dan tidak berpengaruh pada ruang sesuai yang diinginkan. Begitu juga
sebaliknya, ukuran karpet yang terlalu besar, alih-alih membuat ruang nyaman
dan elegan, malah membuat ruang sempit dan terasa sesak. Sebaiknya, ukuran luas
karpet maksimal tidak melebihi separuh luas ruangan.

Sumber: i.pinimg.com
Cara efektif untuk
menentukan ukuran karpet adalah memanfaatkan penempatan furniture. Karpet untuk
ruang makan, setidaknya ukurannya cukup untuk menjadi alas meja makan dan kursi
makan ketika diduduki. Untuk kamar tidur, ukuran karpet sebaiknya bisa menjadi
alas kaki ketika naik dan turun dari tempat tidur dari ketiga sisi.
Jika karpet diletakkan
di atas lantai keramik,
manfaatkan jumlah ubin untuk memperkirakan ukuran karpet.
Artikel
Lainnya: 7 Trik Membuat Kamar Terlihat Luas dengan Karpet
4. Sesuaikan Motif Karpet Lantai dengan Ruangan
Polos atau bermotif?
Untuk menentukan motif karpet, perhatikan kebutuhan ruang. Jika ruang sudah
penuh dengan perabotan, pilihlah karpet polos dengan 1 warna, seperti putih dan
krem, agar ruang terasa lebih lapang. Jika ruangan terlalu polos dengan warna
monoton, pilihlah karpet bermotif yang dapat menjadikan perabotan di atas
karpet sebagai point of interest. Kamar tidur anak-anak akan lebih ceria dengan motif playful yang berwarna-warni atau gambar-gambar
kartun.

Sumber: unsplash.com
Ruang yang sempit,
akan tampak lega secara visual, berkat karpet polos, atau karpet motif garis.
Ukuran pola yang besar membuat ruang tampak lega. Sedangkan pola kecil,
membuat ruang tampak penuh dan sempit. Namun, konsep ini bukan berarti tidak
boleh menempatkan karpet bermotif bunga-bunga kecil dengan pola kecil di ruang
yang sempit. Faktor pendukung lain seperti cermin dan gorden, dapat
memanipulasi visual dan membuat ruang lebih lapang.
5. Karpet Lantai Warna Cerah dengan Motif Polos Menciptakan
Tampilan Visual Lebih Luas
Tak dipungkiri lagi,
warna berperan penting terhadap tampilan visual ruang. Warna gelap memberi
kesan berat namun elegan. Warna terang yang netral memberikan tampilan lebih
ringan dan lapang. Warna kontras membuat ruang terasa lebih hidup dan
menyenangkan.

Sumber: humideas.com
Warna karpet yang
senada dengan furniture dan kontras dengan dinding yang gelap, menciptakan
ruang yang menarik, terkesan hidup, sekaligus tampil elegan.
6. Pilih Bahan Karpet Lantai Sesuai Kebutuhan
Kebutuhan fungsi dan
kenyamanan memang faktor utama saat memilih karpet. Namun, bahan juga harus
diperhatikan jenis dan teksturnya agar tidak mengganggu kesehatan, apalagi jika
ada anggota keluarga yang mengidap asma atau mudah alergi. Bahan wol sering dijadikan
karpet karena mudah dibersihkan, tahan api, dan abrasi. Selain itu, hangat dan
awet, tampilannya pun elegan. Harga bahan wol juga tergantung kualitasnya.
Sintetik tiruan wol atau acrylic, harganya lebih murah.

Sumber: cheapestrugsonline.com.au
Pilihlah bahan yang
lebih kesat untuk karpet di area yang aktivitasnya tinggi. Biasanya karpet bulu
nyaman diduduki karena tebal dan hangat, namun tidak cocok ditempatkan di semua
ruang. Karpet berbahan kain biasanya berkualitas baik dan mudah dibersihkan,
namun cenderung tidak terlalu empuk.
Nilon, bahan terawet
dari semua serat sintetis, warna dan teksturnya tahan lama. Modacrylic mirip acrylic dengan harga lebih mahal karena dicampur
jenis serat acrylic lainnya.
Olefin (polypropylene) tahan lama, cocok ditempatkan di area sirkulasi yang padat,
tahan kelembaban, abrasi jamur. Harga olefin pun murah dengan tampilan paling
menarik di kelas serat sintetis. Polyester, jenis bahan karpet ini sangat tahan lama tapi tidak sehangat
bahan lainnya. Sisal, bahan karpet berpola tenun dengan warna-warni alami yang
minimalis dengan harga terjangkau.
7. Atur Posisi Furniture di Atas Karpet Lantai
Ada tiga posisi yang
bisa dijadikan panduan perletakan furniture di atas karpet. Pertama, semua kaki
furniture menginjak karpet, misalnya keempat kaki meja makan. Kedua, hanya kaki
depan menginjak karpet, misalnya kaki sofa. Ketiga, tidak ada furniture di atas
karpet. Posisi ini diterapkan jika karpet licin atau berukuran kecil.
Sebenarnya, tujuan
memposisikan dan memadukan karpet dengan furniture adalah agr terbentuk
kesatuan dan desain ruang terasa mengalir. Inilah sebabnya, pemilihan karpet
yang tepat sangat penting.
Artikel
Lainnya: Karpet Bulu, Tips Memilih dan Cara Perawatannya
8. Pilih Karpet Lantai yang Mudah Perawatannya
Biaya memiliki karpet
tidak berhenti ketika membelinya. Perawatannya pun bisa menyita anggaran dan
waktu. Pelajari perawatan yang diperlukan setiap bahan, atau tanyakan pada
penjual. Sebaiknya, pilihlah bahan yang mudah perawatannya.
Selain menghemat
biaya, karpet yang mudah dibersihkan berarti aman bagi kesehatan. Karpet yang
menyerap banyak debu, tentu membuat ruangan terasa pengap. Meski bahan organik
seperti wol dan rami dianggap lebih sehat, perawatan teratur diperlukan untuk
membersihkan kotoran yang terperangkap. Perhatikan juga bahan pewarna karpet.
Pewarna kimia yang mudah pudar, selain tidak aman, juga bisa menimbulkan
iritasi pada kulit.
Karpet bisa menambah
kenyamanan, menghidupkan kesan hangat sekaligus memberikan tampilan elegan pada
ruang. Perlu banyak pertimbangan sebelum membeli karpet idaman. Jika mengalami
kesulitan, hubungi dan berkonsultasilah dengan kami. Furniterus akan memberikan solusi dan mewujudkan
ruang dengan desain terbaik.
Beli Karpet Masjid?
Segera hubungi kami di 081226459781
atau kunjungi website
kami juragankarpetmasjid.com
x
No comments:
Post a Comment